Permasalahan UMKM dan Cara Mengatasinya

by adminlogistik
0 comment

UMKM telah mendominasi kegiatan bisnis di Indonesia. UMKM berperan besar bagi pembangunan perekonomian Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan seperti kecepatan inovasi dan fleksibilitas dengan biaya yang terbilang rendah. Meski UMKM mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, ternyata masih banyak permasalah UMKM yang menanti solusi. Akibatnya, usaha mereka berjalan stagnan dan tidak mengalami kemajuan yang signifikan. 

Tidak usah khawatir, #PandaiLogistik akan membahas beberapa permasalahan yang sering dialami oleh pengusaha UMKM serta cara untuk mengatasinya.

1. Minimnya Modal Usaha

Permasalahan UMKM yang paling mendasar adalah minimnya modal usaha. Sehingga, pengusaha tidak dapat menaikkan jumlah produksi untuk mencapai omzet yang banyak. Para pengusaha seringkali kesulitan mencari modal pembiayaan dari bank karena banyaknya syarat yang belum terpenuhi. 

Cara mengatasinya: Kumpulkan modal usaha dari berbagai lembaga pendanaan yang menawarkan modal pembiayaan berbasis sistem equity crowd funding. Melalui fasilitas ini, kamu bisa mendapatkan modal dari orang yang berminat untuk membiayai suatu usaha termasuk usaha skala kecil menengah. Tentu ada beberapa syarat yang harus kamu lengkapi untuk mendapatkan pendanaan dari sistem tersebut. Namun, syaratnya tidak serumit jika kamu meminjam dana dari bank.

2. Minim Pengetahuan Cara Membesarkan Bisnis

Banyak pengusaha UMKM yang fokus memproduksi barang tanpa memikirkan strategi ekspansi bisnisnya lebih besar lagi. Akibatnya, usaha yang dijalankan kurang berkembang dan omzet tidak mengalami kenaikan. 

Cara mengatasinya: Kamu bisa belajar dari pengalaman yang dibagikan oleh pebisnis lain. Kamu juga bisa memulai belajar dari buku, situs berita, jejaring sosial, seminar, workshop, dan lain-lain. Dengan begitu, kamu bisa saling berbagi pengetahuan, wawasan, dan pengalaman bisnis kamu lebih luas lagi.

3. Kesulitan Mendistribusikan Barang

Selama ini, banyak pengusaha UMKM kekurang channel dalam mendistribusikan produknya. Banyak yang fokus untuk mendistribusikan barang pada beberapa kolega dan pengepul yang dikenal saja. Tentunya, cara pemasaran ini masih sangat sederhana dan jangkauannya belum tentu luas. 

Cara mengatasinya: Aktiflah mengikuti seminar, workshop, atau datang ke pameran produk yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah dan swasta. Kamu bisa melakukan kerjasama dengan berbagai merchant atau outlet yang bisa membantu memasarkan produk kamu di toko mereka.

4. Kurang Inovasi Produk

Saat ini, jumlah produk UMKM yang mampu menembus pasaran internasional masih sedikit. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya produk UMKM bersaing di pasar mancanegara dikarenakan rendahnya daya saing produk. 

Cara mengatasinya: Untuk meningkatkan daya saing, para pengusaha UMKM harus lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi barangnya. Agar produk kamu dilirik, kamu harus menawarkan produk inovatif yang berbeda daripada yang lainnya. Jangan berhenti mencoba, lakukan inovasi produk dengan menerapkan formula atau cara produksi yang baru.

5. Belum Memaksimalkan Pasar Online

Salah satu faktor yang menyebabkan pendistribusian barang UMKM kurang meluas dikarenakan pengusaha belum, melakukan pemasaran online. Mungkin, para pengusaha sudah memasarkan produknya secara online (media sosial, situs marketplace, dll) tetapi prakteknya kurang maksimal, sehingga yang didapat kurang maksimal. 

Cara mengatasinya: Untuk memaksimalkan pemasaran online, UMKM harus memilih saluran pemasaran online yang tepat dan fokus memasarkan di saluran tersebut dan terus mengoptimasinya. Untuk permulaan, fokus memasarkan di satu saluran saja. Lalu, lakukan optimasi berkata agar pemasaran di saluran tersebut menghasilkan peningkatan konversi.

Related Posts

Leave a Comment