Cara Mengelola Stok Barang di Gudang

by adminlogistik
0 comment

Gudang dirancang untuk meningkatkan pelayanan yang baik dengan biaya yang paling rendah. Gudang menjadi sebuah sistem logistik sebuah perusahaan yang berfungsi untuk menyimpan produk dan menyediakan informasi tentang status dan kondisi produk yang tersimpan. Tentunya Anda mengenal istilah Manajemen gudang (Warehouse Management) yang artinya suatu tatanan untuk mengelola pergudangan dan distribusi barang-barang agar dapat tersimpan dalam keadaan baik dan didistribusikan kepada para pelanggan dalam waktu spesifik dan jumlah yang sesuai.

Manajemen barang tidak mudah untuk dilakukan, diperlukan cara-cara khusus yang perlu Anda perhatikan agar manajemen barang dapat dilakukan dengan baik:

  • Persiapkan Data yang Akurat

Pertama, yang harus Anda gunakan adalah memiliki manajemen data yang sangat akurat. Ketika Anda mulai mengelola stok barang di gudang, pastikan Anda sudah menugaskan satu orang yang bertanggung jawab melakukan segala jenis pencatatan. Orang tersebut dapat dibantu dengan sebuah program pendukung agar pencatatan yang dihasilkan lebih akurat. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengetahui data dari periode sebelumnya, sehingga dapat menentukan target penjualan periode saat ini.

  • Lakukan Pengecekan Sebelum Barang Tersimpan

Langkah berikutnya adalah Anda harus selalu melakukan pengecekan barang sebelum memasukkannya ke dalam gudang agar Anda dapat mengetahui barang tersebut dicatat dalam tumpukan stok barang. Pengecekan dapat membantu Anda mencatat kesalahan produksi dan kesalahan lainnya sebelum Anda memutuskan untuk menyimpannya. Khusus barang-barang yang rusak, Anda bisa mengumpulkannya di tempat lain untuk dicatat sebagai keterangan barang rusak atau cacat. Bagi Anda penjual reseller, Anda bisa mengembalikan barang tersebut kepada supplier. Namun, jika Anda memproduksi barang dagangan Anda sendiri, sebaiknya Anda tidak menjualnya dalam kondisi rusak.

  • Memberikan Kode di Tiap Barang

Pemberian kode di setiap barang akan sangat membantu melakukan penjualan barang sehingga Anda dan pelanggan tidak bingung saat adanya transaksi. Jika barang-barang Anda tidak diberikan kode, maka transaksi dapat dilaksanakan namun lebih sulit dan mengurangi citra perusahaan di mata pelanggan. Selain itu, kode akan sangat membantu ketika menata barang di gudang.

  • Pisahkan Stok Baru dan Stok Lama

Mencampur stok baru dan stok lama akan membuat Anda bingung saat melakukan pencatatan dan pengecekan stok barang. Anda bisa menyediakan satu tempat khusus untuk stok baru untuk menghindari tercampurnya dengan stok barang yang lama.

  • Melakukan Pengecekan Secara Rutin

Pencatatan persediaan secara rutin dapat dilakukan setiap barang masuk, pindah tempat, dan barang keluar. Anda dapat melakukan stok opname secara rutin sesuai dengan kebutuhan untuk membantu Anda melakukan manajemen stok barang di gudang. Stock opname adalah proses rutin yang dilakukan untuk menghitung fisik barang dagang dan persediaan yang dimiliki sebuah bisnis.

Related Posts

Leave a Comment